November 02, 2007

Satu Angin, Satu Pawana

Dalam hidupku termaktub bertemu satu angin & satu pawana
Satu angin itu melanda dari mula aku mengenal dunia
Walau melanda angin ribut atau angin taufan, angin itu tetap terus angin
Coba aku harungi hingga kini
Masih angin itu terus begitu & akan terus begitu
Namun ku tahu angin itu ada tenangnya, walau ada putingbeliungnya...

Tercipta lagi aku untuk bersama pawana
Indahnya nama umpama angin sepoi-sepoi bahasa
Namun jika elnino melanda, pawana menjadi taufan serta-merta
Terkadang memukul & berlawan bersama angin yg utama
Terpaksa aku coba harungi pawana ini
Walau terkadang aku rasa pedih, sakit & iri hati
Ku tahu pawana itu mampu membantu & menyelamatkanku..

Aku menerima hadirnya angin, hadirnya pawana
Walau hingga akhir hayat terus angin menjadi angin, pawana terus menjadi pawana
Ku tahu ku butuh, ku tahu ku harus harunginya
Karena tanpanya, aku mungkin terus kecewa
Karena tanpanya, aku mungkin akan rebah..

Makasih angin, makasih pawana..
Walau sukar diharungi,masih tenang aku di teratakku...

siapakah angin & pawana dlm hidup Nona Cici?? :P

1 Comments:

Blogger Fiza said...

I like this one the most!

Nak dibandingkan poems dan puisi saya ngan cici,ibarat langit dengan bumi.Cici memang hebat =)

November 19, 2007 at 9:54 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home